Sabtu, 28 Maret 2009

Ketoasidosis Diabetik Ancam Kehidupan Pasien

Ketoasidosis diabetik (KAD) merupakan penyulit penyakit diabetes mellitus atau kencing manis yang paling berat dan bisa mengancam kehidupan penderitanya. KAD ditandai dengan gula darah sangat tinggi, kondisi darah yang asam (pH rendah), serta ditemukannya benda keton dalam darah.

Kondisi ini menyebabkan penurunan kesadaran, kehilangan cairan tubuh dalam jumlah banyak, dan akhirnya bisa menyebabkan penurunan tekanan darah, gangguan pernapasan. Itu semua dapat menyebabkan kematian dalam waktu cepat, kata Ketua Divisi Penyakit Tropik dan Infeksi Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-Rumah Sakit Umum Pusat Cipto Mangunkusumo Suhendro, Kamis (17/7), di Jakarta.

Menurut Suhendro, dalam disertasinya berjudul Disfungsi Mikrosi rkulasi, Mitokondria, serta Peran Konsentrasi Laktat Serum Sebagai Prediktor Mortalitas pada Penderita KAD dengan Sepsis, sebagian besar kasus KAD dicetuskan oleh infeksi. Di sisi lain, angka kejadian infeksi di Indonesia masih sangat tinggi. "Meski upaya penatalaksanaan dan pemantauan sudah mengalami banyak kemajuan, angka kematian akibat ketoasidosis diabetik masih tinggi, ujarnya.

Hal ini terutama terjadi pada KAD yang disertai sepsis (infeksi yang menyebar ke seluruh tubuh). Sepsis adalah kumpulan sind rom respons inflamasi sistemik (SRIS, gejala klinis yang timbul karena respons peradangan di seluruh tubuh), yang disebabkan infeksi atau masuknya kuman ke dalam tubuh. Jika terjadi KAD, maka tubuh akan mengalami kekurangan cairan yang cukup berat sehingg a volume darah tubuh akan berkurang.

Untuk memperkirakan tingginya risiko kematian penderita KAD, maka dapat diukur kadar laktat darah dan tingkat kesadaran pasien, kata Suhendro. Dari hasil penelitian ini, kelompok yang punya risiko tinggi meninggal dunia direkomendasikan untuk dilakukan terapi cairan dengan menggunakan protokol Rivers selain memakai protokol pengobatan KAD yang telah ada, dan mengendalikan gula darah di bawah 150 miligram per desiliter pada kelompok dengan risiko tinggi meninggal.

0 komentar:

 
© free template by Blogspot tutorial